My Life as A Volunteer (1) – Akhir yang Menjadi Awal
relawan (eferensi: http://kamusbahasaindonesia.org)
[n] orang yg melakukan sesuatu dengan sukarela (tidak krn diwajibkan atau dipaksakan)
Tidak banyak orang yang memilih hidup untuk menjadi seorang relawan atau volunteer. Dan bahkan mungkin tidak ada anak-anak di dunia ini yang bercita-cita untuk menjadi itu. Mereka pasti akan lebih memilih jadi dokter, insinyur, polisi, atau apa pun. Tapi tidak relawan. Wajar memang. Karena relawan sendiri pun bukanlah sebuah profesi yang layak dijadikan sandaran hidup. Tapi menjadi seorang relawan tetaplah sebuah pilihan hidup, pilihan untuk mengabdi.
Pilihan menjadi relawan hadir saat aku berada di persimpangan hidup. Ketika idealisme masih di ubun-ubun dan tidak ingin aku lepas begitu saja, kalah oleh realita. Ya, pilihan itu tepat hadir sehari setelah aku lulus S1 dari ITB. Saat itu, bagiku, bekerja dengan rutinitas formal bukanlah pilihan. Maka ketika Allah membukakan pintu untuk kembali ke Salman, menjadi relawan adalah pilihan paling realistis, idealis, dan manis untuk saya tempuh pasca-kampus.
Dan memang Allah-lah yang Maha Tahu, di sini aku menemukan diriku… yang sesungguhnya…
Maka izinkan aku membuka kembali kisah-kisah dua tahun ini…



subhanallah…
lanjutkan perjuangan, Bang..
maaf saya belum bisa mengikuti jejak Bang Sept.
Doa kami menyertaimu
September 21, 2011 pukul 11:50 pm
ga perlu diikuti, semua orang memiliki jalan hidupnya masing-masing dan memiliki caranya sendiri untuk mengabdi
September 22, 2011 pukul 5:11 am
Mas Seeef….
Luar biasa…
Semoga diistiqamahkan, Mas…
September 22, 2011 pukul 5:22 am
jazakallah, rino… amin
September 22, 2011 pukul 5:49 am
Mana kisahnya, Sefs..
Katanya izinkan aku membuka kembali kisah 2 tahun lalu? :p
September 22, 2011 pukul 6:25 am
sebentar, mas pras… lagi di-edit…
September 22, 2011 pukul 6:26 pm